Skip to main content

A.37. Generics

Chapter ini membahas tentang generics.

Generics sendiri merupakan salah satu fitur yang ada pada beberapa bahasa pemrograman (termasuk Rust), yang digunakan untuk menambahkan fleksibilitas dalam pemanfaatan tipe data pada suatu block kode. Dengan adanya generics, kita bisa menentukan tipe data yang digunakan pada parameter maupun return value sbuah block fungsi, method dan lainnya.

Generics dinotasikan dengan <T>. Kita sempat sedikit memanfaatkan generic pada chapter Vector di mana dalam pendefinisian tipe data harus dituliskan juga tipe data item (via generics parameter), contoh Vec<i32>, Vec<&str>, dll. Kita juga sempat sedikit belajar tentang topik generic pada chapter Traits.

A.37.1. Generics basic

Mari mulai pembahasan dengan sebauh contoh definisi fungsi yang memiliki generics.

fn do_something<T>(arg1: i32, arg2: T) {
// ...
}

Pada contoh di atas, fungsi do_something didefinisikan dengan 2 buah parameter argument dan 1 buah parameter generics. Parameter argument pertama, yaitu arg1 bertipe i32, kemudian diikuti parameter ke-2 bertipe T yang mana T adalah parameter generic fungsi.

Dalam pemanggilan fungsi tersebut, T generics dan tipe data argument arg2 harus sama. Contoh:

fn main() {
do_something::<bool>(24, false);
}

Fungsi do_something dipanggil dengan disisipi argument 24 dan false. Parameter ke-2 fungsi tersebut tipe data-nya jelas bool karena pada argument-nya nilai false digunakan, oleh karena itu tipe data bool disisipkan pada parameter generics saat pemanggilan fungsi; dengan notasi penulisan adalah ::<tipe_data>, posisi penulisannya di antara nama fungsi dan tanda kurung pemanggilan fungsi (.

Apa yang terjadi jika nilai T diisi dengan tipe data argument arg2 berbeda? program error.

Generics

Ok sampai sini semoga jelas.

Khusus untuk fungsi yang generic parameter-nya dipergunakan sebagai tipe data parameter, maka boleh untuk tidak ditentukan tipe data-nya saat pemanggilan fungsi. Contohnya bisa dilihat pada kode berikut, dua statements ini adalah ekuivalen.

do_something::<bool>(24, false);
// T adalah bool, karena ditulis secara eksplisit

do_something(24, false);
// T adalah bool, karena diketahui dari tipe data argument.
// nilai `false` pasti tipe data-nya bool

Tipe data generic boleh tidak ditulis karena nilai T bisa diketahui dari argument pemanggilan fungsi. Sedangkan jika nilai T tidak digunakan sebagai tipe data parameter, maka wajib untuk di-isi nilai T saat pemanggilan fungsi.

O iya, jumlah parameter generics tidak ada batasan. Bisa saja ada lebih dari satu parameter generic yang didefinisikan, contohnya bisa dilihat pada fungsi do_something_v2 ini yang memiliki 2 buah parameter generic, yaitu R dan T.

fn do_something_v2<R, T>(arg1: R, arg2: T) {
// ...
}

Tipe R digunakan sebagai tipe parameter arg1 dan tipe T pada parameter arg2.

A.37.2. Mengasosiasikan traits ke parameter generic

Fungsi do_something yang telah dipraktikkan, susah untuk diisi dengan apapun. Memang parameter arg1 tipe-nya adalah i32, dan harusnya mudah untuk bermain-main dengan parameter tersebut. Yang agak repot adalah parameter ke-2, yaitu arg2 yang bertipe T.

fn do_something<T>(arg1: i32, arg2: T) {
// ...
}

Parameter arg2 hampir tidak bisa diapa-apakan.

  • Misal mau di-print, tidak bisa, karena tipe T tidak implement trait std::fmt::Debug.
  • Misal diisi nilai numerik kemudian dijadikan operand operasi aritmatika, juga tidak bisa karena tipe T tidak implement trait std::ops::Add, dan trait operasi bilangan lainnya.
  • Misal diisi dengan nilai bool, tidak bisa digunakan pada seleksi kondisi if karena tipe T tidak implement trait std::cmp::PartialOrd, dan trait operasi logika lainnya.

Repot kan? Tapi tenang, tidak usah khawatir, ada soluasi agar tipe T bisa dimanfaatkan, yaitu dengan mengasosiasikan trait ke tipe data generic (sesuai kebutuhan).

◉ Contoh ke-1

Contoh pengaplikasiannya bisa dilihat pada kode berikut. Ada sebuah fungsi bernama print_x_times yang tugasnya adalah menampilkan data T sejumlah x kali, yang mana T adalah parameter generics.

fn main() {
print_x_times("Hello guys", 10);
}

fn print_x_times<T: std::fmt::Debug>(data: T, x: i32) {
for _ in 0..x {
println!("{:?}", data);
}
}

Parameter generic T diasosiasikan dengan trait Debug, dengan ini maka kita akan bisa print parameter data yang tipe data-nya adalah T.

Untuk mengetes hasilnya, jalankan program. Bisa dilihat text Hello guys muncul 10x.

Generics

Cara untuk mengasosiasikan trait ke parameter generic adalah dengan menuliskannya dalam notasi berikut:

fn nama_fungsi<T: TraitYangInginDiasosiasikan>(arg1 ...) {
// ...
}

◉ Contoh ke-2

Pada contoh ke-2 ini, dideklarasikan sebuah fungsi bernama find_largest_number yang tugasnya adalah mencari nilai maksimum dari sebuah tipe slice.

fn find_largest_number<T: std::cmp::PartialOrd>(list: &[T]) -> &T {
let mut largest = &list[0];

for item in list {
if item > largest {
largest = item;
}
}

largest
}

Seperti yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya, bahwa tipe T tidak akan bisa diapa-apakan kalau tidak diasosiasikan dengan trait. Maka pada contoh ini, tipe T diasosiasikan dengan trait std::cmp::PartialOrd. Benefitnya, semua data dengan tipe T bisa dipergunakan dalam operasi perbandingan.

Tanpa adanya trait std::cmp::PartialOrd, maka statement if item > largest { ... } menghasilkan error.

Ok, sekarang panggil fungsi tersebut 2x, yang pertama diisi dengan data slice dari sebuah array, dan yang kedua data slice dari sebuah vector.

fn main() {
let data_arr = [0, 1, 2, 3];
let largest_number1 = find_largest_number(&data_arr);
println!("largest_number1: {:?}", largest_number1);

let data_vec = vec![4, 5, 6, 7];
let largest_number2 = find_largest_number(&data_vec);
println!("largest_number2: {:?}", largest_number2);
}

Hasilnya sesuai harapan.

Generics

◉ Contoh ke-3

Trait yang bisa diasosiasikan dengan parameter generics adalah semua jenis traits (tanpa terkecuali), termasuk custom trait yang kita buat sendiri.

Contohnya bisa dilihat pada kode berikut. Ada custom trait bernama MyTrait dideklarasikan, kemudian diasosiasikan dengan parameter generic T milik fungsi do_something_v3.

trait MyTrait {
// methods declaration
}

fn do_something_v3<T: MyTrait>(arg1: T) {
// do something
}

A.37.3. Multi traits pada parameter generic

Bagaimana jika T perlu untuk diasosiasikan dengan banyak traits (lebih dari satu), apakah bisa? Bisa. Cara penulisannya kurang lebih seperti berikut:

// fn nama_fungsi<T: Trait1 + Trait2 + ...>(arg1 ...)

fn print_largest_number<T: std::cmp::PartialOrd + std::fmt::Debug>(list: &[T]) {
let largest = find_largest_number::<T>(list);
println!("largest number: {:?}", largest);
}

Fungsi di atas adalah fungsi baru, namanya print_largest_number, tugasnya adalah mencari nilai maksimum kemudian menampilkannya.

Proses pencarian nilai maksimum dilakukan dengan memanfaatkan fungsi find_largest_number yang sebelumnya sudah dibuat. Fungsi tersebut memerlukan trait std::cmp::PartialOrd untuk diasosiasikan dengan tipe data T.

Setelah nilai maksimum diketemukan, nilainya di-print ke stdout menggunakan macro println. Nilai maksimum ditampung pada variabel largest, tipe data-nya adalah T. Agar bisa di-print maka perlu diasosiasikan trait std::fmt::Debug.

Bisa dilihat cara penulisan asosiasi multi trait ke parameter generic seperti apa. Cukup tulis saja dengan separator tanda +.

A.37.4. Keyword where

Selain notasi penulisan yang sudah dipelajari di atas ada lagi alternatif lainnya, yaitu menggunakan keyword where. Kurang lebih seperti berikut penerapannya.

fn print_largest_number<T: std::cmp::PartialOrd + std::fmt::Debug>(list: &[T]) {
let largest = find_largest_number::<T>(list);
println!("largest number: {:?}", largest);
}

// ... adalah ekuivalen dengan ...

fn print_largest_number<T>(list: &[T])
where
T: std::cmp::PartialOrd + std::fmt::Debug,
{
let largest = find_largest_number::<T>(list);
println!("largest number: {:?}", largest);
}

Silakan gunakan sesuai preferensi dan kesepakatan tim. Kalau penulis lebih suka cara ke-2, karena terasa lebih rapi untuk penulisan fungsi yang ada banyak parameter generic beserta asosiasi traits-nya. Contohnya:

fn do_something<T, U, V>(arg1: T, arg2: U, arg3: V) 
where
T: some::traits:TraitA,
U: some::traits:TraitB + some::traits:TraitC + some::traits:TraitD,
V: some::traits:TraitA + some::traits:TraitD,
{
// do something
}

A.37.5. Generics struct

Selain diterapkan di fungsi, generics bisa juga diterapkan di struct. Cara penulisannya, tambahkan notasi parameter generic di antara nama struct dan block struct.

struct Point<T, U> {
x: T,
y: T,
z: U
}

fn main() {
let num_one: Point<i32, f64> = Point { x: 502, y: 120, z: 4.5 };
let num_two: Point<f64, i32> = Point { x: 1.2, y: 4.3, z: 534 };
}

Pada contoh di atas, struct Point memiliki 2 parameter generic. Kemudian struct tersebut digunakan untuk membuat dua variabel berbeda:

  • Variabel num_one, bertipe Point<i32, f64>. Tipe data property x dan y adalah i32 sedangkan tipe data property z adalah f64.
  • Variabel num_two, bertipe Point<f64, i32>. Tipe data property x dan y adalah f64 sedangkan tipe data property z adalah i32.

A.37.6. Generics method

Generic bisa diterapkan pada method. Notasi penulisannya kurang lebih sama seperti pada penulisan method, hanya saja pada syntax impl perlu diikuti block parameter generics. Perbandingannya kurang lebih seperti berikut:

// method biasa
impl Square {
fn x(&self) -> &i32 {
&self.x
}
}

// method dengan generic
impl<T> Square<T> {
fn x(&self) -> &T {
&self.x
}
}

Di syntax bagian impl<T> dan Square<T>, penulisan parameter generics di keduanya harus sama persis. Misal pada struct ada 3 buah parameter generic Square<T, U, V> maka pada syntax impl juga harus sama, yaitu impl<T, U, V>.

Jika tidak sama akan muncul error.

Ok, sekarang mari kita praktikkan. Struct Point yang sudah dibuat, kita siapkan method-nya. Ada 3 buah method yang akan dibuat dan kesemuanya adalah method getter untuk masing-masing property struct (yaitu x, y, dan z).

struct Point<T, U> {
x: T,
y: T,
z: U
}

impl<T, U> Point<T, U> {

fn get_x(&self) -> &T {
&self.x
}

fn get_y(&self) -> &T {
&self.y
}

fn get_z(&self) -> &U {
&self.z
}
}

Bisa dilihat pada kode di atas, ada method get_x untuk mengambil nilai x. Nilai baliknya bertipe T yang tipe tersebut juga dipakai sebagai tipe data x.

Kemudian coba gunakan struct Point untuk membuat satu atau dua variabel, lalu akses method-nya.

fn main() {
let num_one: Point<i32, f64> = Point { x: 502, y: 120, z: 4.5 };
println!("{} {} {}", num_one.get_x(), num_one.get_y(), num_one.get_z());
// 502 120 4.5

let num_two: Point<f64, i32> = Point { x: 1.2, y: 4.3, z: 534 };
println!("{} {} {}", num_two.get_x(), num_two.get_y(), num_two.get_z());
// 1.2 4.3 534
}

Hasilnya ketika di-run:

Generics

A.37.7. Method khusus untuk spesifik tipe parameter generic tertentu

Pada contoh di atas, struct Point<T, U> bisa digunakan dalam banyak kombinasi tipe data, misalnya: Point<i32, f64>, Point<i8, i32>, Point<f32, u64>, dan lainya.

Di luar itu, bisa lho mendefinisikan method hanya untuk tipe parameter generic. Misalnya, method hanya bisa diakses ketika T adalah i32 dan U adalah f64. Caranya kurang lebih seperti ini:

impl Point<i32, f64> {

fn get_x(&self) -> &i32 {
&self.x
}

fn get_y(&self) -> &i32 {
&self.y
}

fn get_z(&self) -> &f64 {
&self.z
}
}

Block kode impl tidak diterapkan dengan notasi penulisan impl<T, U> Point<T, U>, melainkan impl Point<i32, f64>. Tipe T diganti dengan i32 dan U diganti f64. Dengan penulisan yang seperti ini, maka method dalam block kode hanya bisa diakses ketika data memiliki tipe data sesuai dengan yang dideklarasikan di block kode impl (yang pada contoh di atas adalah Point<i32, f64>).

Bisa dilihat pada gambar berikut, sekarang statement pengaksesan method num_two menjadi error, karena method-method tersebut hanya tersedia untuk tipe data Point<i32, f64> sedangkan num_two bertipe Point<f64, i32>.

Generics

Jika ada keperluan untuk mendeklarasikan method lainnya khusus untuk tipe lainnya, cukup tulis lagi block impl diikuti dengan tipe yang diinginkan. Misalnya:

impl Point<i32, f64> {
// method untuk tipe data Point<i32, f64>
}

impl Point<f32, u64> {
// method untuk tipe data Point<f32, u64>
}

impl Point<i8, i64> {
// method untuk tipe data Point<i8, i64>
}

// ...

A.37.8. Generics enum

Generic juga bisa diterapkan pada tipe enum. Caranya tulis saja deklarasi parameter generic setelah nama enum, lalu gunakan parameter generic-nya sesuai kebutuhan.

Contohnya pada kode berikut ini, enum Kendaraan memiliki parameter generic T yang tipe tersebut dipakai pada value enum Gledekan(T).

enum Kendaraan<T> {
Skateboard,
SepedaPancal,
Gledekan(T),
}

let kendaraan1 = Kendaraan::<&str>::Skateboard;
let kendaraan2 = Kendaraan::<&str>::SepedaPancal;
let kendaraan3 = Kendaraan::<&str>::Gledekan("Artco");

Catatan chapter 📑

◉ Source code praktik

github.com/novalagung/dasarpemrogramanrust-example/../generics

◉ Referensi