Skip to main content

A.1. Program Pertama ➜ Hello Rust

Seperti pada umumnya bahasa pemrograman, belajar membuat program pasti diawali dengan aplikasi Hello World, dan pada chapter ini kita akan melakukannya. Kita akan buat program bernama Hello Rust menggunakan pemrograman Rust.

A.1.1. Pembuatan project/package

Pembuatan project baru di Rust bisa dilakukan dengan 2 cara, dengan cargo atau tanpanya. Di sini kita akan skip bagian pembuatan project tanpa cargo, karena akan butuh effort lebih banyak nantinya dalam mengelola package dan manajemen build.

Di Rust istilah project lebih dikenal dengan package, dan pada ebook ini maknanya adalah sama.

Ok langsung saja, buat project baru dengan mengeksekusi command berikut:

cargo new hello_rust
cd hello_rust

Command di atas menghasilkan sebuah folder baru bernama hello_rust dengan isi beberapa file:

  • Cargo.toml
  • .gitignore
  • src/main.rs

Struktur project hello_rust

File src/main.rs adalah file penting dalam pemrograman Rust. File main.rs merupakan file pertama yang dipanggil saat proses build program Rust (yang kemudian di-run). Source code program harus berada dalam folder src.

Pembahasan detail mengenai file Cargo.toml nantinya ada pada chapter Module System ➜ Package & Crate. Untuk sekarang penulis anjurkan untuk mengikuti pembelajaran tiap chapter secara urut.

A.1.2. Run project Hello Rust

Sebelum membahas isi kode program dalam main.rs, ada baiknya kita run terlebih dahulu program ini untuk melihat hasilnya. Jalankan command berikut untuk run program.

cargo run

Run project hello_rust

Bisa dilihat pada gambar di atas pesan Hello, world! yang ada dalam file main.rs muncul, menandakan proses eksekusi program sukses.

Command cargo run digunakan untuk menjalankan aplikasi saat proses development. Perlu diingat bahwa Rust merupakan bahasa pemrograman yang kategorinya compiled language yang artinya kode program akan dikompilasi terlebih dahulu untuk menghasilkan file binary, dan kemudian file binary itulah yang dijalankan.

Command cargo run merupakan shorthand untuk memperpendek proses kompilasi dan eksekusi. Dalam command tersebut, kode program akan di-compile terlebih dahulu, dan hasilnya adalah file executable binary bernama hello_rust.exe (karena penulis menggunakan windows). File binary tersebut berada dalam project dalam path hello_rust/target/debug/hello_rust.exe. Setelah proses kompilasi, file binary tersebut dijalankan, dan hasilnya adalah pesan Hello, world! yang muncul di layar

Untuk pengguna windows, file binary akan ber-ekstensi .exe seperti pada contoh yaitu hello_rust.exe. Sedangkan untuk non-windows, file tidak mempunyai ekstensi, hello_rust.

Command cargo run akan sering kita pakai dalam proses development.

A.1.3. Penjelasan blok kode main.rs

Berikut adalah isi (default) dari file main.rs, dan kita akan bahas setiap barisnya (hanya 3 baris).

src/main.rs
fn main() {
println!("Hello, world!");
}

◉ Notasi pendefinisian fungsi

Pembuatan fungsi di Rust menggunakan keyword fn dengan notasi penulisan sebagai berikut, contoh:

fn nama_fungsi() {

}

nama_fungsi di atas adalah nama fungsi. Pada program yang sudah kita buat, fungsi bernama main. Penulisan nama fungsi diikuti dengan () kemudian kurung kurawal { }.

  • Sintaks () nantinya bisa diisi dengan definisi parameter. Pada contoh ini tidak ada parameter yang ditulis.
  • Sintaks {} dituliskan dalam baris berbeda, isinya adalah kode program.

◉ Notasi pemanggilan fungsi

Notasi penulisan pemanggilan fungsi adalah cukup dengan menuliskan nama fungsinya kemudian diikuti dengan (), seperti berikut:

nama_fungsi();

Jika ada argument parameter yang perlu disisipkan saat pemanggilan fungsi, dituliskan di antara kurung (). Contoh pemanggilan sebuahFungsi dengan argument berupa string "sebuah argument".

sebuahFungsi("sebuah argument");

Ok, sampai sini penulis rasa cukup jelas. Sekarang kita fokus ke println, ada yang aneh dengan pemanggilan fungsi ini. Kenapa println tidak dituliskan dalam bentuk println("Hello, world!") melainkan println!("Hello, world!")?

Sekadar informasi saja, berdasarkan versi Rust terbaru, tidak ada fungsi bernama println, yang ada adalah macro bernama println.

◉ Macro println

Agar pembaca tidak bertambah bingung, setidaknya untuk sekarang pada chapter awal ini anggap saja macro adalah fungsi ... tapi sedikit berbeda. Yang paling terlihat bedanya secara sintaktis adalah tanda !. Pemanggilan macro pasti diikuti tanda ! sebelum (). Contoh:

println!("Hello, world!");

Macro println digunakan untuk menampilkan string atau pesan ke console output (stdout) dan diikuti oleh baris baru (newline/enter). Agar lebih jelas jalankan kode berikut:

src/main.rs
fn main() {
println!("Hello, world!");
println!("How");
println!("are");
println!("you?");
}

println macro

Bisa dilihat, setiap pesan yang ditampilkan menggunakan macro println muncul di baris baru.

◉ Notasi penulisan statement

Di Rust, statement harus diikuti dengan tanda ; atau titik koma. Wajib hukumnya. Tanpa tanda ; maka beberapa statement akan dianggap 1 baris dan kemungkinan menghasilkan error jika sintaks dianggap tidak valid. Tanda ; adalah penanda akhir statement. Contoh println!("Hello, world!");.

◉ Indentation

Mengacu ke keterangan pada dokumentasi Rust, standar indentasi untuk kode program Rust adalah 4 space characters atau 4 karakter space.


Ok, penulis rasa cukup untuk program pertama ini, semoga tidak membingungkan. Silakan diulang-ulang jika perlu. Jika sudah siap, kita akan lanjut ke pembahasan dasar pemrograman Rust pada chapter berikutnya.

Selamat! Anda telah menjadi programmer Rust!


Catatan chapter 📑

◉ Source code praktik

github.com/novalagung/dasarpemrogramanrust-example/../hello_rust

◉ Referensi